Tampilkan postingan dengan label pelatihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelatihan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Januari 2013

Lapsi dan RBK kerja sama bikin Workshop

(LaPSI News, 13/01/2013) Pemanfaatan perkembangan teknologi digital, termasuk rekayasa tampilan dan desain bukan lagi kebutuhan yang asing. permintaan stakeholder harus sebisa mungkin dipenuhi. Dengan begitu, otomatis pekerjaan dibidang desain apapun, termasuk pada perangkat lunak seperti Ms Power Point, Dream Weaver, Photoshop, Flash Player, bukan lagi sekedar pekerjaan ahli, tapi sudah menjadi syarat khusus yang menunjang kompetensi guru, mahasiswa, aktifis, dan sejumlah pihak lain.

Minggu, 13 Januari 2013, mengawali tahun, Lembaga Pengembagan Sumber Daya Insani bekerja sama dengan Komunitas Rumah Baca (RBK), menyelenggarakan Workshop "Pembuatan Slide Bagus" yang disajikan oleh Arif Indra Wanta, dimoderatori Labib Ulinuha di Kantor RBK-LaPSI, Kasihan, Bantul. Workshop sehari ini membahas tuntas, trik dan tips serta bagaimana mendesain tampilan slide presentasi yang menarik. sejumlah peserta nampak antusias mengikuti pelatihan memperhatikan pemaparan narasumber.  

Senin, 16 April 2012

Jelang UNAS, LaPSI dan PW IPM DIY Motivasi Siswa SMK Muhammadiyah 1 Moyudan


Menjelang Ujian Nasional, SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, mengundang PW IPM DIY dan Lapsi untuk memberikan motivasi bagi siswanya. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, yakni pada tanggal 7, 10, 11 April 2012, disambut antusias oleh segenap pihak Sekolah.

Ujian Nasional menjadi momok tersendiri bagi setiap siswa. Kerja keras selama tiga tahun akan diuji diatas lembaran-lembaran Ujian Nasional. Rasa gugup dan takut menjelang Ujian Nasional adalah hal yang lumrah bagi siswa.

Acara motivasi siswa SMK Muhammadiyah 1 Moyudan ini diharapkan dapat memberikan efek kepada siswa peserta Ujian Nasional.

Fida Afif selaku salah-satu motivator dari kegiatan ini mengatakan bahwa sudah seharusnya Ujian Nasional perlu direvisi lagi, mengingat Ujian Nasional yang seakan tidak sesuai dengan  apa yang sebenarnya harus dicapai oleh siswa.

“harapannya ujian nasional segera diformat sesuai dengan need assement pelajar Indonesia. Pelaksanaannya juga perlu mendapatkan perhaian penuh dari semua pihak yang terlibat dalam pendidikan sehingga tekanan mental siswa yang mengikuti ujian Nasional dapat terkontrol”.

“Meski begitu, tanggung jawab untuk terus memberikan dorongan dan dukungan kepada siswa peserta Ujian Nasional juga tidak boleh diacuhkan”.

Ketika ditanya mengenai apa yang paling berkesan dari kegiatan ini, Fida Afif menambahkan.

“yang paling lucu dan berkesan itu adalah ketika siswa yang kami minta untuk menuliskan berapa nilai yang mereka harapkan dari hasil ujian nanti. ternyata semuanya optimis mendapatkan nilai sempurna”. Tutupnya. (FAS)